STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PENYULUH AGAMA ISLAM (PAI) DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN DAN MASYARAKAT

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Hamdi Hamdi
Keywords: Penyuluh Agama Islam, Kinerja, Strategi

Abstract

Artikel ini bertujuan memaparkan Penyuluh Agama Islam (PAI), selain tugasnya sebagai pendakwah juga sebagai tim konsultatif untuk membantu masyarakat khususnya umat Islam dalam menyikapi berbagai problematika yang berkaitan dengan keagamaan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena penting PAI sebagai pegawai yang bergerak di bidang kemasyarakatan untuk selalu ditingkatkan kinerjanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka. Penelitian ini berangkat dari fenomena sosial yang ada di masyarakat. Penelitian ini akan membahas dan menganalisis mengenai strategi peningkatan kinerja PAI dalam tupoksinya sebagai salah satu pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan yang terdapat pada Kabupaten/ Kota. Dalam pengumpulan data penelitian ini berfokus untuk menemukan problematika mengenai permasalahan penyuluhan agama dalam hal ini melihat fungsi dan peran PAI terutama, yang ditekankan pada aspek sosial dan tingkat pengetahuannya terhadap permasalahan keagamaan. Bahan-bahan penelitian ini didapatkan dalam bahan-bahan yang bersifat pustaka. Misalnya buku-buku, artikel-artikel yang diterbitkan di jurnal yang berkaitan dengan Penyuluh Agama Islam, strategi peningkatan kinerja PAI dalam lingkup Kementerian Agama khusus pada Kantor Urusan Agama Kecamatan. Data-data yang diperoleh dari bahan bacaan tersebut, kemudian dianalisis dengan teknik analisis data yang dikenalkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan dalam peningkatan kinerja PAI terdapat bebarapa hal antara lain: peningkatan peran kinerja penyuluh, peningkatan jenjang karir, peningkatan kompetensi fungsional penyuluh, peningkatan intensitas kegiatan penyuluh, dan transparansi informasi antar sesama pegawai KUA.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Hamdi, H. (2021). STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PENYULUH AGAMA ISLAM (PAI) DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN DAN MASYARAKAT. Lentera, 5(2). Retrieved from https://lentera.kemenag.go.id/index.php/lentera/article/view/26

References

  1. Ali, A. M. (1996). Etika Agama Dalam Pembentukan Kepribadian Nasional. Yogyakarta: Yayasan Nida.
  2. Andrian, B. (2020). Komunikasi Konsultatif Penyuluh Agama Islam di Daerah Perbatasan Kalimantan Barat. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 1(2), 251–268. https://doi.org/10.32332/jbpi.v1i2.1717
  3. Barmawie, B., & Humaira, F. (2018). Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Islam dalam Membina Toleransi Umat Beragama. ORASI: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(2), 1–14. https://doi.org/10.24235/orasi.v9i2.3688
  4. Departemen Agama RI. (2010). Al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: Syaamil Qur’an.
  5. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  6. Dharma, A. (1984). Gaya Kepemimpinan yang Efektif bagi Para Manager. Bandung: Sinar Baru.
  7. Forsipaif dan Pokjaluh DIY. (2010). Panduan Pembuatan Instrumen Administrasi Penyuluhan Agama. Yogyakarta: Kanwil Kemenag DIY.
  8. Hamzah, A. (2019). Kinerja Penyuluh Agama Non Pns Kementerian Agama. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 18(2), 37–48. https://doi.org/10.32939/islamika.v18i02.309
  9. Hidayatulloh, M. T. (2019). Dimensi religiusitas masyarakat: sebuah bukti dedikasi penyuluh agama di kota tangerang selatan. Al Irsyad, 11(1), 71–86. Retrieved from https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alirsyad/article/view/1516
  10. Mangkunegara, A. P. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  11. Matondang, H. A. (2009). Al-Islam: Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi. Bandung: Citapustaka Media Perintis.
  12. Moeheriono, M. (2014). Perencanaan Aplikasi dan Pengembangan Indikator Kinerja Utama. Jakarta: Rajawali Press.
  13. Mukzizatin, S. (2020). Kompetensi Penyuluh Agama Islam dalam Memelihara Harmoni Kerukunan Umat Beragama di Jakarta Selatan. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 8(1), 458–475. https://doi.org/10.36052/andragogi.v8i1.113
  14. Mulyono, A. (2014). Pemberdayaan Penyuluh Agama dalam Peningkatan Pelayanan Keagamaan di Kota Medan. Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, 13(2), 159–175. Retrieved from https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/133
  15. Novaili, N. (2015). Metode Dakwah Penyuluh Agama Islam dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah terhadap Pasangan Calon Suami Isteri di Kantor Urusan Agama (KUA). KONSELING RELIGI: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(2), 401–418. https://doi.org/10.21043/kr.v6i2.1036
  16. Patsan, S. (2020). Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Non PNS Kota Makassar Pasca Diklat pada Balai Diklat Keagamaan Makassar. Jurnal Widyaiswara Indonesia, 1(1), 37–46. Retrieved from https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/iwi/article/view/9
  17. Prawiroesentono, P. (1999). Manajemen Sumber Daya Manusia Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta: BPEF.
  18. Riswanto, D. (2019). Falsafah Huma Betang di Kalimantan Tengah: Sebuah Pergulatan Identitas Konselor Dayak Muslim. Jurnal Ilmiah Syi’ar, 19(1), 66–75. https://doi.org/10.29300/syr.v19i1.2266
  19. Setiana, L. (2005). Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor: Ghalia Indonesia.
  20. Syafriwaldi, S. (2019). Kerjasama Penyuluh Agama Islam Fungsional Dengan Aparat Kelurahan Dalam Mengatasi Penyakit Masyarakat di Kelurahan Purus Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan, 2(2), 59–71. https://doi.org/10.31958/jsk.v2i2.1441
  21. Zulkifli, Z., Septiana, T. A., Sodikin, S., & Maseleno, A. (2018). Perancangan Sistem Pengolahan Data Penyuluh Agama di Kecamatan Banyumas Berbasis Website. Jurnal TAM (Technology Acceptance Model), 9(1), 54–61. Retrieved from https://ojs.stmikpringsewu.ac.id/index.php/JurnalTam/article/view/597