NILAI NILAI-NILAI SOSIAL PROFETIK DALAM KODE ETIK NETIZMU

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Athoillah Islamy Athoillah
Keywords: Sosial profetik, kode etik, NetizMU

Abstract

Meningkatnya angka kasus kejahatan melalui media sosial di Indonesia dari tahun ke tahun meniscayakan pentingnya kesadaran etika sosial dan keberagamaan dalam penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi nilai-nilai sosial profetik yang termuat dalam kode etik NetizMu Muhammadiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa kajian pustaka dengan pendekatan normatif filosofis. Teori yang digunakan sebagai teori analisis, yakni paradigma Ilmu Sosial Profetik yang dicetuskan Kuntowijoyo. Penelitian ini menyimpulkan terdapat nilai-nilai sosial profetik yang termuat dalam ketiga kode NetizMU Pertama, nilai transendensi dalam kode etik NetizMu yang menekankan pentingnya menjadikan landasan teologis al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber moral etik dalam penggunaan medsos. Kedua, nilai humanisasi dalam kode etik NetizMU yang menekankan pentingnya menjadikan media sosial sebagai media menyeru perintah kebaikan. Ketiga, nilai liberasi dalam kode etik NetizMu yang menekankan pentingya kesadaran untuk mencegah tindakan kejahatan di media sosial

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Athoillah, A. I. (2021). NILAI NILAI-NILAI SOSIAL PROFETIK DALAM KODE ETIK NETIZMU. Lentera, 5(2). Retrieved from https://lentera.kemenag.go.id/index.php/lentera/article/view/33

References

  1. Akram, W, R. Kumar. (2017). “A Study on Positive and Negative Effects of Social Media on Society”, International Journal of Computer Sciences and Engineering, Vol.5, Issue.10.
  2. Akhlaqul Sosmediyah Warga Muhammadiyah” disarikan dari Kode Etik NetizMu, Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
  3. Alyusi,Shiefti Dyah. (2016). Media Sosial: Identitas dan Modal Sosial. Jakarta: Kencana.
  4. Anwar, Fahmi. (2017). “Perubahan dan Permasalahan Media Sosial”, Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni,Vol. 1, No. 1.
  5. Arif, Baehaqi, Yusuf Sapto Nugroho, Millatina, Linda Nurmalasari (2019).“Akhlakul Medsosiyah: Membangun Warga Negara Cerdas Bermedia Sosial”, Posiding Seminar Nasional Pendidikan Kewarganegaraan.
  6. Eka Wenats Wuryanta, AG. (2004). “Digitalisasi Masyarakat: Menilik Kekuatan dan Kelemahan Dinamika Era Informasi Digital dan Masyarakat Informasi”,Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol.1, No.2.
  7. Fauzi,Niki Alma Febriana. (2019). “Fikih informasi: Muhammadiyah’s Perspective on Guidance in Using Social Media”, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Vol. 9, No.2.
  8. Guritno, GA dkk. (2014). Panduan Optimalisasi Media Sosial Untuk Kementrian Perdagangan RI. Jakarta: Pusat Humas Kementrian Perdagangan RI.
  9. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201020160620-185560594/safenet-kebebasan-berpendapat-di-medsos-memburuk
  10. https://www.suaramuhammadiyah.id/2017/08/21/kode-etik-netizmu/
  11. Islamy, Athoillah. (2019). “Fatwa About Social Intercation On Social Media In The Paradigm of Islamic Legal Philosophy”, Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, Vol.15, No.2.
  12. Islamy, Athoillah (2021). “Landasan Filososfis dan Corak Pendekatan Abdurrahman Tentang Impelementasi Hukum Islam di Indonesia,” Jurnal Al-Adalah : Jurnal Hukum dan Politik Islam. Vol.6, No.1.
  13. Istiani Nurul, Athoillah Islamy. (2020). “Fikih Media Sosial di Indonesia.” Asy-Syar’iyyah : Jurnal Ilmu Syari’ah dan Perbankan Islam, Vol.5, No.2.
  14. Juditha, Christiany. (2018).“Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya”,Jurnal Pekommas, Vol. 3 No. 1.
  15. Madjid, Nurcholish. (2019). Taklid dan Ijtihad: Masalah Kontonuitas dan Kreatifitas dalam Memahami Pesan Agama dalam Karya Lengkap Nurcholish Madjid, Ke-Islaman, Keindonesian dan Kemoderenan. Budy Munawar Rachman (ed). Jakarta: Nurcholish Madjid Society.
  16. Maskur. (2012). “Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo (Telaah atas Relasi Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi)”, Tesis Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
  17. Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  18. Muttaqin,Husnul. (2015).“Menuju Sosiologi Profetik”, Sosiologi Reflektif, Vol. 10, No. 1.
  19. Nasrullah, Ruli. (2014). Teori dan Riset Media Siber (Cybermedia). Jakarta: Kencana Perdana Media.
  20. Ningrum, Dian, Junita Suryadi, dan Dian Eka Chandra Wardhana. (2018). “Kajian Ujaran Kebencian Di Media Sosial”, Jurnal Ilmiah Korpus, Vol. II, No. III.
  21. Salman. (2017). “Media Sosial Sebagai Ruang Publik”,KalbiSocio, Vol.4, No.2
  22. Saraswati, Muninggar Sri. (2018).“Social Media and the Political Campaign Industry in Indonesia”, Communication Journal of Indonesian Association of Communications Scholars, Vol.3, No.1.
  23. Setiawan,Radita. (2013). “Efektivitas Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Di Indonesia Dalam Aspek Hukum Pidana”, Recidive, Vol. 2, No. 2.
  24. Setyawan, Hendra A. (2017). “Fikih Informasi Di Era Media Sosial Dalam Membangun Komunikasi Beretika (Studi Kajian Fikih Informasi Sudut Pandang Ormas Muhammadiyah), Bandar Lampung: FISIP Universitas Lampung
  25. Syamsuddin, Muh. (2017). “Gerakan Muhammadiyah dalam Membumikan Wacana Multikulturalisme”, Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, Vol.1, No.2.
  26. Syarief,Fauzi. (2017). “ Pemanfaatan Media Sosial dalam Proses Pembentukan Opini Publik,” Jurnal Komunikasi, Vol.VIII, No.3.
  27. Talani,Noval Sufriyanto. (2014). “Esensi Interaksi Visual dalam Dunia Facebook yang Virtual”,Jurnal komunikasi,Vol.9, No 1.
  28. Wahyudin, Uud, Kismiyati El Karimah. (2016). “Etika Komunikasi Di Media Sosial”, Prosiding Seminar Nasional Komunikasi.
  29. Watie, Errika Dwi Setya. (2011). “Communication And Social Media”,The Messenger, Vol.III, No.1.
  30. Wirawanda,Yudha. (2018). “Twitter: Expressing Hate Speech Behind Tweeting”, Profetik Jurnal Komunikasi, Vol.11, No.1.